"Kalo ada 1 cowo ganteng banget bawa motor sama cowo tampangnya biasa aja tapi bawa BMW, kamu piih yang mana?"
Begitulah pertanyaan yang pernah seseorang ajukan pada gw ketika gw masih seorang bocah SMP.
Sekarang gw uda bukan bocah SMP, gw uda SMA .Katakanlah gw ini sekarang "separuh bocah'"
Pertanyaan itu ga pernah gw jawab, karena yang nanya malah ngejawab sendiri, "Wanita cenderung melihat isi dompet pria daripada penampilannya."
Gw ga pernah nanggepin serius statement tersebut.
Seiring gw beranjak gede, gw menyadari kenyataanya cowo tajir itu cewenya emang cakep-cakep.
Sugesti itu mulai menempati pikiran gw, mungkin statement temen gw itu emang bener.
Semua itu gw nilai benar, sampai suatu saat sebuah peristiwa terjadi.
Gw punya seorang teman anak orang kaya. Dia punya gadget-gadget keren dan ga pernah pusing mikirin duit karna bokapnya seorang pengusaha tajir.
Suatu saat bokapnya itu ketimpa musibah yang menyebabkan beliau luka parah.Kejadiannya di rumahnya yang notabene merupakan perumahan yang cukup elit. Beliau lari keluar dengan keadaan cukup kritis, meminta pertolongan tetangga-tetangganya. Teriak minta tolong sambil menahan rasa sakit, namun yang terjadi adalah tetangga-tetangganya itu acuh tak acuh. Ada yang masuk ke rumah. Ada yang cuma nontonin. Ada yang malah foto-fotoin beliau yang sekarat karna lukanya yang parah banget.
Beliau pun meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit karena terlalu banyak mengeluarkan darah.
Usut punya usut, ternyata bokapnya temen gw ini emang orangnya ga disukai sama temen-temennya. Arogan, sombong dan pemarah.Tabiatnya jelek. Begitulah kira-kira pendapat teman-teman almarhum.
Ada lagi cerita seorang perempuan yang dianiaya mantan suaminya. Cerita ini gw tonton di talkshow Oprah.
Teri adalah seorang gadis baik-baik.Dia menikah dengan seorang pria mapan yang ia tau karakternya amatlah buruk. Suka kekerasan, kasar, suka menyalahkan orang lain, perfeksionis dan otoriter. Itulah sedikit gambaran tentang suami Teri. Ketika menikah, timbul keraguan di hati Teri apakah ia menikahi pria yang tepat.Bahkan tidak ada satupun anggota keluarga Teri yang cocok dengan suaminya.Tapi kemudian Teri berpikir "Aku akan membuatnya bahagia dan perlahan-lahan dia akan berubah."
Bulan madu mereka di Hawaii menjadi saat pertama kalinya Teri dipukul oleh suaminya. Lebih dari dipukul, ini penganiayaan.Bahkan Teri sempat ingin memanggil 911 untuk meminta pertolongan. Kemudian Teri menggagalkan niatnya itu "Lain kali aku akan melakukan sesuai kehendaknya jadi dia tak perlu marah lagi." pikirnya.
Hari-hari pernikahan mereka amatlah jauh dari kata bahagia. Setiap hari Teri harus melakukan semua pekerjaan rumah persis seperti yang diperintahkan suaminya. Sedikit kesalahan maka pukulan dan makian akan diterima Teri.
Teri memutuskan untuk bercerai. Tapi itu tak membuat Teri lepas sepenuhnya dari aniaya mantan suaminya karena pembagian hak asuh atas kedua putri mereka yang berumur 6 dan 4 tahun.Kadang-kadang Teri harus menjemput anak-anaknya di rumah mantan suaminya, begitu juga sebaliknya.
Suatu hari Teri hendak menjemput anak-anaknya di rumah mantan suaminya. Tak biasanya, mantan suami Teri menyuruhnya masuk ke dalam rumah.Teri mengucapkan hal yang tidak sengaja menyinggung mantan suaminya itu. Dia pun marah. Dia memukul Teri dengan tongkat bisbol berkali-kali. Teri pingsan dengan darah berceceran.
Tak hanya sampai disana, Teri dimasukkan ke dalam tong sampah besar dengan kepala di bawah. Salju ditumpukkan menutupi tong sampah tersebut untuk meyakinkan Teri tidak akan bisa keluar."Aku akan mati hari ini" kata Teri dalam hati.Tong sampah itu diletakkan di belakang truk milik mantan suami Teri. Di dalam tong sampah, Teri teringat bahwa ia menyimpan ponsel di saku celananya.Dengan sisa tenaga, ia meraih ponselnya dan menekan 911. Polisi segera melacak keberadaan Teri dan menuju rumah mantan suaminya. Tapi terlambat, Teri sudah dibawa kabur dengan truk oleh mantan suaminya. Sebelumnya, Teri dipukul lagi dengan tongkat bisbol dan ponselnya diambil.
Teri dibawa ke sebuah loker penyimpanan di luar kota, amat jauh dari rumah mantan suaminya. Dia menyewa sebuah ruang penyimpanan dan menyekap Teri yang masih terperangkap dalam tong sampah disitu. Dia menyumbat tong sampah dengan kardus-kardus, kertas-kertas dan semua sampah yang ia temukan.
Tak lama setelah keluar dari tempat penyimapanan itu, mantan suami Teri tertangkap polisi dan langsung digiring untuk dimintai keterangan.Saat diinterogasi dan ditanyai mengenai keberadaan Teri, ia idak mau memberitahukannya. "Cuaca begitu dingin. Aku ingin kembali ke sel ku dan beristirahat." katanya. Benar-benar tidak berperasaan. Detektif pun membuka isi dompet mantan suami Teri untuk mendapatkan petunjuk. Ditemukan sebuah kartu nama loker penyimpanan. Aneh kenapa seorang pria yang tinggal disini menyewa loker penyimpanan di tempat yang begitu jauhnya. Detektif pun menelpon tempat tersebut dan benar bahwa mantan suami Teri ada disitu kemarin.
Detektif beserta kepolisian segera mendatangi tempat tersebut dan menemukan Teri dalam tong sampah. Kondisinya kritis. Suhu tubuhnya turun 80 derajat (Kelvin). Tim medis sempat memprediksi umurnya hanya 1 jam lagi.
Mukjizat, Teri tertolong. Dia masih bisa diselamatkan walaupun harus kehilangan kesepuluh jari kakinya akibat radang dingin. Ini semua berkat pertolongan Tuhan.
Kedua cerita tersebut membuat gw bisa menjawab pertanyaan diatas.
Keindahan paras dan bentuk tubuh akan lekang dimakan waktu. Penuaan tak mungkin dihindari.
Harta bisa dicari. Menjadi wanita bukan berarti harus bergantung pada suami.
Tapi karakter lah yang merupakan inti.
Karakter seorang pria dewasa amatlah sulit untuk diubah. Bukan tak mungkin, tapi butuh kemurahan Tuhan.
Bukan dengan mobilnya kamu hidup, bukan dengan ketampananannya.
Tapi dengan dirinya seutuhnya, itulah yang akan mendampingimu seumur hidup.
Jadi kalo ada lagi yang nanya ke gw "Pilih cowo ganteng bermotor atau cowo pas-pasan berBMW?"
Gw akan bilang "Ngga dua-duanya. Gw ga kenal karakternya."
;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar