Selasa, 18 Desember 2012

Kelestarian Sumber Air Minum


Musim kemarau memang musim dimana air sulit ditemukan. Pada tahun 2012, musim kemarau di Indonesia berlangsung bulan Mei-Desember. Bagi kita yang tinggal di perkotaan, musim kemarau memang tak banyak membawa masalah. Kita masih dapat menggunakan air bersih dengan leluasa karena adanya saluran PAM di rumah-rumah kita. Tapi bagaimana dengan saudara-saudara kita di pedesaan?


Musim Kemarau, Warga Kupang Konsumsi Air Sungai Berbau
Sabtu, 8 September 2012 | 21:12
Krisis air bersih selama musim kemarau kali ini melanda sejumlah wilayah di Indonesia, terutama NTT. [Google]

[KUPANG] Warga Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mengkonsumsi air kali yang berbau lumpur, akibat krisis air bersih dalam musim kemarau.
Warga membuat sumur berukuran kecil di Kali Am Abi yang berada di daerah itu untuk menampung air. Namun, air yang ditampung itu berbau lumpur dari kali yang mulai mengering.
Air serapan itu kemudian dimanfaatkan warga sekitar untuk mencuci, mandi, dan memenuhi kebutuhan air minum serta memasak.
"Habis mau bagaimana, kami tidak tahu mengambil air ke mana lagi. Sumur inilah satu-satunya harapan kami," kata Rince (18), warga Desa Oesao, Sabtu (8/9).
Dia mengakui air di sumur agak berbau lumpur. Sebab, sumur buatan itu sering digunakan warga untuk memandikan ternak. Apalagi kali itu juga sering digunakan warga untuk membuang sampah.
Dia mengatakan, sumur resapan ini dibuat warga untuk menampung air sehingga semua warga bisa memanfaatkan sumur ini. Akibatnya, airnya terlihat kotor dan berbau.

Menurut dia, air tawaran jasa tangki sangat mahal dengan harga jual Rp7000 per jerigen.
Bantuan pemerintah  berupa air bersih yang dating jauh dari kata cukup. Sulit untuk mendatangkan air bersih karena butuh dana yang sangat besar.


Tidak hanya itu, daerah-daerah lainnya di Nusantara juga mengalami hal-hal serupa :

 Di Banyuasin, warga memanfaatkan air kotor di kubangan untuk minum,mandi dan mencuci.

                                        6 desa di Kabupaten Cilacap mengalami kekeringan


                                Puluhan hektar sawah di Sripendowo terancam kekeringan


               Warga Boyolali harus merogoh kocek sebesar Rp.300.000 untuk 4000 liter air bersih



APA PENYEBAB KELANGKAAN SUMBER AIR MINUM?


  • Lemahnya pengelolaan air
  • Penggunaan air yang tidak efisien
  • Bertambahnya jumlah penduduk yang berarti juga bertambahnya kebutuhan akan air bersih
  • Pencemaran air yang disebabkan oleh aktivitas manusia, antara lain :

        -Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam                       berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
-Limbah pabrik yang mengalir ke sungai seperti di sungai Citarum.   
          -Pencemaran air oleh sampah
          -Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan
          -Penebangan hutan secara liar
          -Kurangnya penghijauan



APA LANGKAH YANG DAPAT KITA AMBIL UNTUK MENGATASI KELANGKAAN SUMBER AIR MINUM ?


  • Gunakan air secara bijaksana
Seringkali kita menggunakan air dengan tidak cermat, seperti lupa menutup keran, mengunakan air baru untuk menyiram tanaman. Padahal bisa saja air bekas pakai ditampung untuk menyiram tanaman atau membersihkan halaman rumah.



  • Menanam pohon
Pohon-pohon besar akarnya dapat berfungsi untuk mengikat air dan menyimpan cadangan air bersih. Akar-akar pohon yang kuat juga dapat mencegah erosi.


  • Mengelola sampah rumah tangga dengan baik
Setiap harinya, Jakarta menghasilkan 6500 ton sampah per hari. Bayangkan apabila sampah sebanyak itu mencemari air kita. Air bukan saja kotor, tapi penuh kuman penyakit. Pisahkan sampah organik dan sampah non-organik.Hal ini akan memudahkan pembuangan sampah sampai di TPA.
  • Menggalakan industri daur ulang
Industri daur ulang selain menghasilkan keuntungan, juga meminimalisir volume sampah. Sampah-sampah di sekitar kita banyak yang masih bisa di daur ulang menjadi barang berkualitas baik yang memiliki nilai jual. Industri ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi anda yang sedang mencari lahan bisnis baru.

                                            


Kenapa PureIt?
Karena kualitas PureIt sudah terbukti dengan diraihnya sejumlah sertifikat seperti :








Air yang dihasilkan PureIt dapat langsung diminum tanpa perlu dimasak. PureIt adalah cara mudah, praktis dan dengan harga yang terjangkau untuk mendapatkan air minum yang terlindungi dari kuman berbahaya. PureIt menghilangkan virus, bakteri, dan parasit berbahaya serta menghilangkan kotoran di dalam air; sehingga air yang dihasilkan jernih, tidak berbau dengan rasa yang alami

Proses kerja pemurnian air dibagi ke dalam 4 tahap:
Tahap 1: Saringan Serat Mikro menghilangkan semua kotoran yang terlihat
Tahap 2: Filter Karbon Aktif menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya
Tahap 3: Prosesor Pembunuh Kuman menghilangkan bakteri dan virus berbahaya dalam air
Tahap 4: Penjernih menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, dengan rasa yang alami

Keunggulan PureIt:
Sangat praktis. Hanya memasukkan air ke dalam alat dari bagian atas, PureIt akan memurnikan air untuk siap minum.
Tidak memerlukan gas, listrik, dan saluran pipa.
Biaya per liter pemurnian air hanya Rp100, jauh di bawah harga air galon dari merek ternama (Rp526/liter), air isi ulang (Rp187/liter), dan air rebus (Rp107/liter).
Air terlindungi dari kuman berbahaya penyebab penyakit dengan menggunakan standar terketat EPA (Environmental Protection Agency) USA yang menghilangkan log 6 bacteria, log 4 virus, dan log 3 parasites.
Pureit memiliki indikator yang dapat menunjukkan lebih awal kapan perlu mengganti Germkill Kit (mekanisme penghentian otomatis).
Kapasitas hingga 9 liter di top chamber ditambah 9 liter di transparent chamber.
Garansi satu tahun.



"Inilah PureIt Water Purifier, solusi dari kelangkaan sumber air minum di Indonesia. Ciptakan Indonesia yang lebih sehat, keselamatan air bersih ada di tangan anda!"





Referensi:
http://lombablogpureit.blogdetik.com/tentang-pureit/
http://www.antaranews.com/foto/32064/ancaman-musim-kemarau
http://www.balipost.com/mediadetail.php?module=detailberitaminggu&kid=0&id=70026
http://www.solopos.com/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar